Artikel Islami | Qurani & Teladan Rasul

Blog ini berisi artikel Islami, Qurani dan Teladan Rasulullah

Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Tugas untuk Taat

Tugas untuk Taat

  • Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
  • Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya. 
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
    Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
    Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. 
  • Mainkan saja peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
    Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. 
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
    Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Tugas untuk Taat

  • Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
  • Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan? Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat. Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya ...

Tugas untuk Taat

Itulah sekilas artikel tentang ketaatan - semoga bermanfaat :)
Diari Sang Ayah

Diari Sang Ayah

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!” “Kamu tau aku buta!!” “Kamu egois!” “Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”

Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Diari Sang Ayah

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”
Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.
Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya. []

Hikmah di Balik Jumlah Hitungan Dzikir dan Wirid

Hikmah di Balik Jumlah Hitungan Dzikir dan Wirid
Hikmah di Balik Jumlah Hitungan Dzikir Dan Wirid - Menarik sekali Al Qur’an mengingatkan agar manusia banyak-banyak berdzikir. Bisa jadi, karena intensitas dzikirnya teramat sedikit ditelan kesibukan yang tak berujung. Cobalah renungkan fakta waktu yang dihabiskan manusia.

Waktu berjalan dalam hitungan detik, menit, jam dan hari. Lalu minggu, bulan dan tahun. Sehari semalam berdurasi 24 jam atau setara dengan 1.440 menit atau 86.400 detik. Dalam kungkungan waktu itulah manusia hidup dan bergulat dengan aneka aktivitas.

Lalu berapa lama porsi kita berdzikir? Kalau kita ambil 5 waktu sholat wajib saja yang kira-kira hanya memakan waktu 10 menit, hasilnya memang sangat minim, hanya 50 menit dalam sehari. Kurang dari satu jam dari 24 jam waktu tersedia. Bolehlah kita genapkan saja jadi 1 jam.

Bayangkan, dalam seminggu kita hanya menghabiskan waktu untuk sholat setara 5,8 jam saja dari 168 jam tersedia. Sebulan hanya 25 jam, setara dengan sehari semalam lebih satu jam, padahal hitungan jam dalam sebulan tidak kurang dari 720 jam dalam 30 hari. Lalu setahun kurang lebih tersedia waktu 8.760 jam selama lebih kurang 365 hari. Dalam setahun, sholat menghabiskan waktu tidak lebih hanya 360 jam, setara dengan 15 hari.

Berapa waktu yang dihabiskan untuk sholat selama kurun waktu 50 tahun? Jika dirata-ratakan dalam sehari semalam butuh waktu 1 jam untuk sholat, maka akan ditemukan angka 18.250 hari dalam 50 tahun. Ini berarti 18.250 x 1 jam = 18.250 jam. Angka ini setara dengan hanya 2 tahun saja dari kurun waktu 50 tahun. Ini pun belum tentu sholat yang didirikan padat berisi di sisi-Nya. Subhanallaah. Sepadankah untuk ”melunasi” rasa syukur atas nikmat bernafas dan berkedip saja?

Sekarang mari bandingkan dengan aktifitas lain. Tidur misalnya. Waktu tidur yang sehat dan umum lebih kurang 8 jam perhari. Berarti dalam 50 tahun, waktu yang habis dipakai tidur setara dengan 18.250 hari dikalikan 8 jam. Hasilnya sama dengan 146.000 jam. Angka ini setara dengan 16 tahun 7 bulan untuk tidur.
Aktifitas kerja standar lebih kurang 9 jam perhari. Dalam 50 tahun berarti 18.250 hari dikalikan 9 jam. Hasilnya 164.250 jam, setara dengan 19 tahun 2 bulan. Waktu aktifitas santai atau relaksasi lebih kurang 6 jam dengan berbagai kegiatan menyenangkan dalam sehari. Dalam 50 tahun waktu yang dipakai relaksasi berarti 18.250 hari dikali 6 jam. Hasilnya 109.500 jam. Angka ini setara dengan 12 tahun 9 bulan. Cukup fantastis untuk acara santai semacam nonton TV sambil minum kopi, belanja dan hal-hal lain yang sifatnya santai.

Ternyata, dibanding dengan aktifitas lain, intensitas dzikir terlalu sedikit. Sementara nikmat yang kita rasakan terlalu banyak. Bahkan terlampau banyak hingga tidak ada angka untuk menjumahnya. Wajarlah Al-Qur’an mengingatkan agar orang beriman tidak putus berdzikir hanya sebatas shalat wajib. Tetapi menambahnya dengan nafilah. Di samping itu, Kanjeng Nabi mengajarkan agar aktifitas positif yang kita geluti selalu harus dibuka dan diakhiri dengan dzikir. Tentu dzikir sebagaimana beliau mencontohkan dalam lafdz dan kaifiahnya.

Ya, Rabb … malu rasanya hamba di hadapan-Mu.

Kasih sayang Allah tak bisa ditakar, ditimbang, dihitung dan diukur. Manusia tidak punya perangkat untuk mengukur keseluruhan karunia dari Yang Maha Pengasih. Manusia hanya diminta bersyukur atas semuanya. Pada akhirnya pun, syukur yang dipersembahkan kepada Tuhan akan kembali kepada dirinya sendiri.

Fakta untuk sampai kepada syukur pun, teramat banyak untuk dikumpukan. Dari yang ”sepele” sampai yang agung dan rumit. Sebarapa kisaran udara yang manusia hirup teramat banyak, meskipun dengan kecanggihan bisa diperkirakan. Konon kapasitas paru-paru seorang laki-laki normal berisi 4-5 liter udara dan pada seorang perempuan 3-4 liter udara.

Ketika manusia menghirup udara atau menarik nafas (inspirasi) lalu menghembuskannya keluar (ekspirasi) serta istirahat di antara kedua proses tersebut, tidak kurang dari 10-20 kali setiap satu satu menit terjadi pada manusia dewasa secara mekanis. 24 kali pada usia dua sampai lima tahun. 30 kali pada usia dua belas bulan dan 30-40 pada bayi baru lahir dalam setiap menitnya.

Dari sekian tanda, proses ini adalah tanda hidup yang paling kasat mata. Tetapi manusia kadang lalai berterima kasih kepada Tuhan. Padahal Dia lah yang menyuplai oksigen gratis agar manusia bisa bernafas untuk menyambung hidupnya.

Berapa liter sudah air yang diminum manusia sepanjang hidup mungkin setara dengan bah. Tetapi metabolisme tubuh buatan Tuhan mampu mengatasinya. Jika rata-rata pria dewasa mengkonsumsi 3 liter air (13 gelas) dan perempuan 2,2 liter (9 gelas) per hari, berapa kubik air yang sudah dimasukkan ke dalam tubuhnya di usianya sekarang? Tetapi berbahagilah, ada mekanisme Tuhan dalam mengatasi air itu. Allah memperkenalkan urin yang rata-rata keluaran urin orang dewasa 1,5 liter sehari. Air juga dapt keluar melalui pernafasan, keringat dan pergerakan usus. Di sinilah terjadi keseimbangan yang mengagumkan antara air yang masuk dan dibuang. Subhanallah.

Apakah manusia menghitung detail berkedip secara intensif? Setiap kali berkedip, waktu yang dibutuhkan antara 100 sampai 150 milidetik, karena itulah kadang manusia tidak sadar ketika mereka melakukannya. Manusia biasanya berkedip 10 sampai 15 kali permenit untuk membuat kornea mata tetap terjaga kelembabannya dan tetap terkena oksigen. Selama satu jam berarti hampir 900 kali berkedip. Katakanlah kita terjaga selama 16 jam sehari, berarti selama itu kita tidak kurang dari 14.400 kali kita berkedip. Berarti Allah terus-menerus menyegarkan mata setiap orang sebanyak 14.400 selama terjaga baik ia mukmin maupun kafir.

Ya, Rabb … malu rasanya hamba di hadapan-Mu.
---
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151876788811840& set=a.117212296839.110306.109056501839&type=1